Cuaca panas yang belakangan dirasakan masyarakat Pontianak dan sejumlah wilayah di Kalimantan Barat membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih melelahkan. Terik matahari sejak pagi hingga sore menjadi pemandangan yang hampir terjadi di setiap hari.
Sebagai daerah yang berada di garis Khatulistiwa, suhu tinggi memang bukan hal baru. Namun, intensitas panas yang terasa akhir-akhir ini mengingatkan bahwa masyarakat perlu lebih siap menghadapi perubahan cuaca. Selain faktor musim, berkurangnya ruang hijau di kawasan perkotaan juga dapat membuat suhu terasa semakin menyengat. Karena itu, menjaga lingkungan tetap hijau menjadi langkah yang tidak boleh diabaikan.
Cuaca panas juga berisiko mengganggu kesehatan jia tubuh kekurangan cairan atau terlalu lama berada di bawah paparan sinar matahari. Menjaga asupan air dan membatasi aktivitas di siang hari dapat membantu mengurangi risiko tersebut.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kepedulian bersama menjadi kunci untuk menghadapinya.
Dengan meningkatkan kesadaran dan menjaga lingkungan, masyarakat Kalimantan Barat diharapkan dapat lebih siap menghadapi cuaca panas yang sewaktu-waktu dapat berlangsung lebih lama dari biasanya.
:quality(80)/https://kompas.id/wp-content/uploads/2017/09/TUGU-KHATULISTIWA1-02.jpg)
