Big Deals! Diskon Hingga 55% untuk Kado Kustom & Hadiah Foto Menarik
IKLAN SPONSOR

Big Deals! Diskon Hingga 55% untuk Kado Kustom & Hadiah Foto Menarik

dr Tirta: MSG Aman Dikonsumsi, Mitos Micin Bikin Bodoh Tak Terbukti

dr Tirta menegaskan MSG tidak membuat seseorang menjadi bodoh. Konsumsi dalam batas wajar dinilai aman berdasarkan bukti ilmiah.

T
Tim RedaksiJurnalis Redaksi
Senin, 13 Juli 2026 pukul 17.57 WIB
Bagikan:
dr Tirta: MSG Aman Dikonsumsi, Mitos Micin Bikin Bodoh Tak Terbukti
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik Lifestyle.

Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr Tirta Mandira Hudhi, menegaskan bahwa anggapan MSG atau micin dapat membuat seseorang menjadi bodoh hanyalah mitos yang tidak didukung bukti ilmiah. Dalam podcast bersama Raditya Dika, ia menjelaskan bahwa hingga kini belum ada penelitian yang membuktikan konsumsi MSG dalam jumlah wajar dapat menurunkan kecerdasan atau merusak otak.

Menurut dr Tirta, kesalahpahaman tersebut berawal dari penelitian lama pada tikus yang menggunakan MSG dalam dosis sangat tinggi, bahkan diberikan melalui suntikan. Kondisi itu berbeda jauh dengan cara manusia mengonsumsi MSG sebagai penyedap makanan sehari-hari, sehingga hasil penelitian tersebut tidak bisa langsung diterapkan pada manusia.

MSG atau monosodium glutamat merupakan senyawa yang mengandung natrium dan glutamat. Glutamat sendiri adalah asam amino yang secara alami terdapat dalam berbagai bahan pangan, seperti tomat, jamur, keju, rumput laut, daging, dan kecap. Karena itu, tubuh manusia memang sudah terbiasa menerima glutamat dari makanan alami.

Penambahan MSG pada makanan bertujuan memperkuat cita rasa umami atau gurih. Selama digunakan dalam jumlah yang wajar, dr Tirta menyebut MSG umumnya aman dikonsumsi. Yang lebih penting adalah mengontrol total asupan natrium harian, baik yang berasal dari garam, MSG, maupun makanan olahan, karena konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan risiko hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.

Pandangan tersebut sejalan dengan penilaian ilmiah Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Addtives (JECFA) yang sejak 1987 menyatakan MSG aman digunakan sebagai bahan tambahan pangan sesuai kebutuhan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menegaskan bahwa seluruh bahan tambahan pangan yang diizinkan telah melalui evaluasi keamanan yang ketat sebelum dipasarkan.

Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa konsumsi MSG dalam jumlah normal dapat menyebabkan kerusakan otak atau menurunkan kecerdasan. Meski begitu, mitos tersebut masih terus beredar, salah satunya karena informasi kesehatan sering disampaikan tanpa menjelaskan konteks penelitian secara utuh dan semakin mudah menyebar melalui media sosial.

Karena itu, masyarakat diimbau lebih kritis dalam menyaring informasi kesehatan serta mengutamakan sumber ilmiah dan rekomendasi dari tenaga medis maupun lembaga resmi. Daripada menghindari MSG tanpa dasar yang jelas, menjaga pola makan seimbang, membatasi asupan natrium, dan memperbanyak konsumsi makanan segara dinilai jauh lebih penting untuk kesehatan.

🔗 Artikel Terkait

Belum ada artikel terkait dalam kategori ini.
KEMBALI KE BERANDA