Jakarta — Hubungan diplomatik dan ekonomi antara Indonesia dan Singapura semakin erat menyusul kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, ke Jakarta hari ini. Pertemuan bilateral tingkat tinggi ini memfokuskan pembahasan pada transisi energi hijau dan akselerasi ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.
Dalam pertemuan bersama Presiden Republik Indonesia, kedua pemimpin sepakat untuk memfasilitasi lebih banyak investasi asing langsung dalam proyek infrastruktur ramah lingkungan dan teknologi digital terapan.
Pembangunan Koridor Energi Hijau
Salah satu poin utama kesepakatan adalah pembangunan koridor energi terbarukan, termasuk ekspor listrik rendah karbon dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Kepulauan Riau ke Singapura. Proyek strategis ini dinilai akan menjadi percontohan integrasi jaringan listrik regional (ASEAN Power Grid).
"Kolaborasi ini menunjukkan komitmen kuat kedua negara dalam mencapai target emisi nol bersih (net-zero emissions) serta membuka ribuan lapangan kerja baru di sektor energi terbarukan bagi masyarakat Indonesia," ujar juru bicara kementerian luar negeri.
Transformasi Digital dan AI
Selain energi hijau, Singapura juga berkomitmen memperluas investasi di bidang pusat data (data center) ramah lingkungan dan program pengembangan talenta teknologi di Indonesia. Pembentukan wadah kolaborasi riset kecerdasan buatan (AI Hub) menjadi bagian dari peta jalan kerja sama ini untuk memastikan kedua negara tetap kompetitif di era digital global.
