Startup AS Siap Luncurkan Satelit Cermin Raksasa untuk Memantulkan Cahaya Matahari ke Bumi

Reflect Orbital mendapat izin AS untuk meluncurkan satelit cermin yang memantulkan sinar Matahari ke Bumi. Proyek ini berpotensi membantu berbagai sektor, tetapi juga menuai kritik karena dikhawatirkan menimbulkan polusi cahaya dan menggangu lingkungan.

T
Tim RedaksiJurnalis Redaksi
Rabu, 15 Juli 2026 pukul 20.44 WIB
Bagikan:
Startup AS Siap Luncurkan Satelit Cermin Raksasa untuk Memantulkan Cahaya Matahari ke Bumi
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik Tekno.

Starup teknologi luar angkasa Reflet Orbital resmi mengantongi izin dari pemerintah Amerika Serikat untuk meluncurkan satelit cermin pertamanya. Proyek ini bertujuan memantulkan sinar Matahari dari orbit guna memberikan pencahayaan ke wilayah tertentu di Bumi.

Lisensi tersebut diberikan oleh Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS. Satelit demonstrasi bernama Eärendil-1 dijadwalkan meluncur tahun ini dengan membawa permukaan reflektif sepanjang 18 meter yang mampu mengarahkan cahaya Matahari ke lokasi yang telah ditentukan.

Apabila uji coba berjalan sukses, Reflect Orbital menargetkan pembangunan konstelasi lebih dari 50.000 satelit cermin secara bertahap hingga 2035. Sistem ini diklaim mampu menerangi area hingga sekitar 5 kilometer persegi dan berpotensi dimanfaatkan untuk sektor pertanian, operasi pencarian dan penyelamatan, serta meningkatkan efisiensi pembangkit listrik tenaga surya.

Perusahaan tersebut membayangkan teknologi ini dapat menghadirkan pencahayaan tanpa bergantung pada waktu siang atau letak geografis. Menurut Reflect Orbital, penerapan sistem ini juga dapat membantu mempercepat proyek konstruksi malam hari dan meningkatkan keselamatan di ruang publik.

Meski demikian, rencana tersebut menuai kritik dari kalangan ilmuwan dan astronom. Mereka mengkhawatirkan dampaknya terhadap langit malam, potensi pencemaran astmosfer akibat satelit yang tidak lagi beroperasi, hingga munculnya polusi cahaya baru yang dapat menggangu satwa liar dan aktivitas penerbangan.

Menanggapi kekhawatiran itu, Reflect Orbital menyatakan telah menyiapkan berbagai langkah pengamanan. Perusahaan menegaskan cahaya yang dipantulkan tidak cukup kuat untuk memicu kebakaran atau membahayakan penglihatan. Selain itu, sistem dirancang agar cahaya hanya diarahkan ke titik tertentu, dapat dimatikan sewaktu-waktu, serta menghindari wailayah sensitif seperti observatorium dan kawasan habitat yang dilindungi.