Lifestyle

Anak Muda Suka Begadang, Ini Alasan Medis dan Gaya Hidupnya

Generasi muda cenderung begadang akibat pergeseran ritme sirkadian, ketergantungan gawai, fenomena FOMO, serta tuntutan tugas. Pola tidur yang terganggu ini sering diperparah dengan konsumsi kafein yang tinggi,

T
Tim RedaksiJurnalis Redaksi
Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 09.44 WIB
Anak Muda Suka Begadang, Ini Alasan Medis dan Gaya Hidupnya
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik Lifestyle.

Kebiasaan begadang atau tidur larut malam sudah menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda saat ini. Fenomena ini bukan sekedar malas tidur, melainkan hasil dari kombinasi tuntutan zaman, perubahan biologis, dan keterikatan pada teknologi.

Berikut adalah faktor utama penyebab generasi muda sulit tidur tepat waktu:

1. FAKTOR BIOLOGIS: Pergeseran Jam Internal Tubuh

Secara medis, remaja dan orang dewasa muda mengalami fenomena delayed sleep phase (Penundaan Fase Tidur). Jam biologis atau ritme sirkadian mereka secara alami bergeser. Akibatnya, hormon melatonin (pemicu kantuk) baru diproduksi oleh tubuh lebih larut malam dibandingkan anak-anak atau orang tua. Hal ini membuat mereka baru merasa mengantuk di atas jam 11 malam.

2. EFEK BLUE LIGHT Dan KECANDUAN GAWAI

Paparan layar ponsel, laptop, atau tablet sebelum tidur menjadi musuh utama tidur nyenyak. Cahaya biru (blue light) dari layar gawai menipu otak untuk mengira hari masih siang, sehingga produksi melatonin terhambat. Aktivitas seperti bermain game, menonton streaming, atau membalas pesan membuat otak tetap terjaga dan aktif.

3. FENOMENA FOMO Dan REVENGE BEDTIME PROCRASTINATION

Banyak anak muda mengalami FOMO (Fear of Missing Out) atau takut ketinggalan informasi di media sosial, sehingga mereka terus menggulir layar (scrolling) hingga dini hari. Selain itu, ada tren revenge bedtime procrastination, yaitu perilaku sengaja menunda tidur demi mencari hiburan atau waktu bebas yang tidak mereka dapatkan sepanjang siang hari karena sibuk kuliah atau bekerja.

4. TEKANAN AKADEMIK Dan PEKERJAAN

Tuntutan hidup modern memaksa generasi muda menggunakan waktu malam untuk produktivitas. Tugas kuliah yang menumpuk, persiapan ujian, atau lembur pekerjaan sering kali baru bisa diselesaikan saat suasana rumah atau kos sudah tenang di malam hari.

5. KONSUMSI KAFEIN Dan GAYA HIDUP

Budaya "ngopi" di kafe hingga larut malam atau konsumsi minuman berenergi untuk menjaga stamina saat belajar/bekerja turut merusak pola tidur. Kafein yang dikonsumsi pada sore atau malam hari akan menetap di tubuh selama beberapa jam dan menghalangi rasa kantuk alami.

DAMPAK DAN SOLUSI
Meskipun terasa biasa, begadang kronis dapat menurunkan konsentrasi, melemahkan imun tubuh, hingga memicu masalah mental seperti kecemasan. Untuk mengatasinya, generasi muda disarankan melakukan sleep hygiene, seperti mematikan gawai 30 menit sebelum tidur, meredupkan lampu kamar, dan menghindari kafein di sore hari.

ADVERTISEMENT
Internet Anti Lemot di Jepang, Kantong Tetap Hemat 50%
Part of MaranPublikasi

MaranPublikasi

News media digital markusacian.com dinaungi & dikelola secara profesional oleh MaranPublikasi.