Jurnalism & Photograpy Week 2026
IKLAN SPONSOR

Jurnalism & Photograpy Week 2026

AS Desak Iran Hentikan Serangan di Selat Hormuz, Tuntut Jalur Pelayaran Dibuka

AS mendesak Iran menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz dan membuka jalur pelayaran tanpa hambatan. Di tengah meningkatnya ketegangan, Washington juga tetap menuntut Teheran menyerahkan seluruh material nuklirnya sebagai syarat tercapainya kesepakatan.

T
Tim RedaksiJurnalis Redaksi
Minggu, 12 Juli 2026 pukul 13.32 WIB
Bagikan:
AS Desak Iran Hentikan Serangan di Selat Hormuz, Tuntut Jalur Pelayaran Dibuka
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik News.

Amerika Serikat mendesak Iran untuk secara terbuka menyatakan akan menghentikan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Washington juga menuntut agar seluruh jalur pelayaran di kawasan tersebut dibuka tanpa hambatan maupun pungutan.

Namun, Iran menolak melepas kendali atas Selat Hormuz. Meski begitu, pejabat AS mengungkapkan bahwa komunikasi antara kedua negara dalam beberapa hari terakhir berlangsung cukup produktif.

Salah seorang pejabat AS mengatakan Washington menginginkan pernyataan resmi dari Teheran yang menegaskan bahwa selat Hormuz aman dilalui dan serangan terhadap kapal tidak akan terulang. Menurutnya, jika tuntutan itu tidak dipenuhi, Iran akan menghadapi konsekuensi yang serius.

Di sisi lain, Iran menyampaikan kepada AS bahwa serangan terhadap kapal-kapal baru-baru ini dilakukan oleh pihak yang bertindak di luar kendali pemerintah. Pejabat AS juga menilai saat ini tengah terjadi persaingan pengaruh antara kelompok garis keras dan kelompok yang lebih pragmatis di Iran.

Ketegangan meningkat setelah tiga kapal tanker komersial milik Qatar dan Arab Saudi diserang pekan ini. Insiden tersebut memicu serangan balasan AS ke sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan menyerang fasilitas militer AS di kawasan Teluk.

Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata yang disepakati kedua negara pada Juni 2026 kini telah berakhir.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dijadwalkan berkunjung ke Oman untuk membahas hubungan bilateral serta perkembangan situasi kawasan, termasuk kondisi di Selat Hormuz.

AS berharap Iran bersedia mengakui kesalahan dan menyatakan secara terbuka bahwa mereka akan menghentikan aksi penembakan terhadap kapal-kapal. Meski jalur diplomasi masih ditempuh, Washington menegaskan akan memberikan respons militer apabila Iran kembali melakukan tindakan yang dianggap mengancam.

Selain isu keamanan di Selat Hormuz, AS juga tetap menuntut Iran menyerahkan seluruh persedian material nuklirnya. Washington meyakini Teheran masih menyimpan lebih dari 900 pon uranium dengan tingkat pengayaan tinggi, yang disebut sebagai "debu nuklir".

Masalah nuklir itu sebelumnya ditargetkan selesai dalam masa perundingan selama 60 hari berdasarkan nota kesepahaman yang ditandatangani kedua negara pada Juni 2026. Pejabat AS menegaskan, tanpa penyerahan material nuklir tersebut, tidak akan ada kesepakatan antara Washington dan Teheran.