Claire Parfitt tak pernah menyangka pengalaman magangnya di National Space Centre, Leicester, saat berusia 14 tahun akan menjadi awal kariernya di dunia antariksa. Kala itu, ia membantu membersihkan toilet luar angkasa dan membongkar berbagai artefak untuk pembukaan pusat sains tersebut.
Perempuan asal Nottingham yang kini berusia 42 tahun itu saat ini bekerja di European Space Research and Technology Centre (ESTEC), Belanda, milik Badan Antariksa Eropa (ESA). Setelah menyelesaikan pendidikan fisika dan meraih gelar doktor di bidang rekayasa sistem tenaga wahana antariksa, ia terlibat dalam sejumlah proyek besar, termasuk misi rover ExoMars Rosalind Franklin dan misi SMILE yang meneliti pengaruh angin Matahari terhadap Bumi.
Sebelum meraih kesuksesan, Claire sempat ditolak saat melamar program magang di NASA. Namun, penolakan tersebut justru membawanya ke National Space Centre, tempat yang ia sebut sebagai titik awal perjalanan kariernya. Ia juga mengaku terinspirasi oleh Alex Hall, direktur perempuan yang memimpin pusat antariksa tersebut saat itu.
Sejak bergabung dengan ESA pada 2019, Claire dipercaya memimpin tim yang merancang eksplorasi robotik dan manusia ke Mars. Ia juga menjabat sebagai ketua International Mars Exploration Working Group dan kini berperan dalam menyiapkan berbagai misi masa depan menuju planet Merah.




