Jurnalism & Photograpy Week 2026
IKLAN SPONSOR

Jurnalism & Photograpy Week 2026

Satelit NEO-1 Dijadwalkan Meluncur Januari 2027, BRIN Dorong Kemandirian Teknologi Satelit

BRIN menargetkan peluncuran NEO-1 pada januari 2027 untuk memperkuat kemandirian teknologi satelit Indonesia dan mendukung berbagai kebutuhan data penginderaan jauh nasional.

T
Tim RedaksiJurnalis Redaksi
Kamis, 9 Juli 2026 pukul 03.00 UTC
Bagikan:
Satelit NEO-1 Dijadwalkan Meluncur Januari 2027, BRIN Dorong Kemandirian Teknologi Satelit
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik News.

Badan Riset dan Inovasi Nasional(BRIN) menargetkan peluncuran Nusantara Earth Observation-1(NEO-1) pada Januari 2027. Satelit ini akan menjadi satelit observasi bumi pertama yang dikembangkan melalui penguasaan teknologi satelit nasional secara menyeluruh, mulai dari perancangan hingga pengoperasian.

Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan pengembangan NEO-1 merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian Indonesia di bidang teknologi antariksa. Menurutnya, kemandirian satelit bukan hanya memiliki satelit sendiri, tetapi juga mampu merancang, membangun, menguji, meluncurkan, dan mengoperasikannya secara mandiri untuk mendukung kepentingan nasional.

NEO-1 akan dimanfaatkan untuk menyediakan data citra satelit nasional yang mendukung pemetaan wilayah, pemantauan pertanian,kehutanan,kelautan,lingkungan,mitigasi bencana,hingga pemantauan aktivitas kapal melalui sistem Automatic Indefication System (AIS). Kehadiran satelit ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadapat data satelit luar negeri.

Selain mengembangkan satelit observasi bumi, BRIN juga mendorong penguasaan teknologi satelit telekomunikasi, pembangunan Bandar Antariksa Nasional, serta pengembangan industri antariksa dalam negeri. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem antariksa nasional yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat kedaulatan digital Indonesia.

Arif juga menilai posisi Indonesia di kawasan ekuator merupakan keunggulan strategis yang perlu dimanfaatkan melalui penguatan riset,inovasi,sumber daya manusia, dan kolaborasi lintas sektor agar Indonesia dapat menjadi pemain penting dalam industri antariksa global.

Sementara itu,Direktur Jendral Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Wayan Toni Supriyanto, menegaskan bahwa satelit merupakan infrastruktur strategis yang mendukung konektivitas,layanan publik,serta ketahanan informasi nasional. Senada dengan itu, Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) dan Asosiasi Antariksa Indonesia (ARIKSA) mendorong penguatan riset,regulasi,serta industri dalam negeri agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga produsen teknologi satelit.

Peringatan 50 Tahun Satelit Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah,lembaga riset,industri,akademisi, dan komunitas antariksa dalam mewujudkan kemandirian teknologi satelit sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di sektor antariksa global.