Bisnis

Gelombang Panas Ekstrem Hantam Asia Timur, Hasil Panen Petani Terancam

Gelombang panas ekstrem melanda Asia Timur, menyebabkan korban jiwa, kematian hewan, serta kerusakan besar pada hasil pertanian di Korea Selatan, Jepang, Hong Kong, dan wilayah lainnya.

T
Tim RedaksiJurnalis Redaksi
Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 08.37 WIB
Gelombang Panas Ekstrem Hantam Asia Timur, Hasil Panen Petani Terancam
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik Bisnis.

Gelombang panas ekstrem melanda sejumlah wilayah Asia Timur dalam beberapa pekan terakhir, memicu korban jiwa dan kerugian besar bagi sektor pertanian. Di Korea Selatan, suhu mencapai 45,5°C di Yangsan pada 2 Agustus, menjadi suhu tertinggi yang tercatat sejak pengamatan cuaca modern dimulai pada 1904. Sedikitnya 31 orang meninggal dan lebih dari 900.000 hewan ternak serta 1,4 juta ikan budidaya dilaporkan mati akibat cuaca ekstrem.

Dampaknya juga dirasakan petani. Kentang di Gangwon rusak dan membusuk di dalam tanah, sementara tanaman semangka dan stroberi mengalami kerusakan parah. Jepang juga mencatat suhu 40°C atau lebih di sejumlah lokasi. Di Tokyo, tiga singa di sebuah kebun binatang mati akibat dugaan sengatan panas.

Sementara itu, Hong Kong mencatat suhu 36,9°C, tertinggi sejak pencatatan dimulai pada 1884. Gelombang panas juga melanda sejumlah wilayah China dan Korea Utara. Para ilmuwan menilai kondisi ekstrem tersebut berkaitan dengan pola atmosfer dan pemanasan global. Penelitian menunjukkan gelombang panas ekstrem di Jepang pada Juli hampir tidak mungkin terjadi tanpa pengaruh pemanasan akibat aktivitas manusia.

Organisasi Meteorologi Dunia juga menyebut laju pemanasan Asia pada 1991-2025 sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan tiga dekade sebelumnya. Para ahli memperingatkan gelombang panas diperkirakan akan semakin sering dan intens, sementara petani menghadapi risiko kerugian yang semakin besar ketika sistem perlindungan dan asuransi tidak mampu mencakup seluruh dampak perubahan iklim.

Part of MaranPublikasi

MaranPublikasi

News media digital markusacian.com dinaungi & dikelola secara profesional oleh MaranPublikasi.