Bisnis

Trump Umumkan Kesepakatan Minyak Venezuela, AS Dapat Kendali Mayoritas 65 Miliar Barel Cadangan

Amerika Serikat dapat tambahan pasokan 65 miliar barel minyak setelah Presiden Donald Trump umumkan AS mengendalikan mayoritas lebih dari 65 miliar barel minyak Venezuela.

A
Andi WijayaJurnalis Redaksi
Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 12.13 WIB
Trump Umumkan Kesepakatan Minyak Venezuela, AS Dapat Kendali Mayoritas 65 Miliar Barel Cadangan
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik Bisnis.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan besar dengan Venezuela yang memberikan kepentingan Amerika Serikat kendali mayoritas atas lebih dari 65 miliar barel cadangan minyak terbukti negara tersebut.

Trump menyebut kesepakatan itu sebagai transaksi minyak terbesar dalam sejarah. Pengumuman tersebut disampaikan melalui platform Truth Social pada Jumat (28/8/2026), setelah negoisasi antara Washington dan Caracas berlangsung selama beberapa pekan.

Menurut Trump, kesepakatan tersebut dilakukan melalui kemitraan dengan perusahaan swasta dan tidak membebani pembayar pajak Amerika Serikat. Ia juga menyebut akses terhadap cadangan minyak Venezuela akan meningkatkan pasokan minyak Amerika Serikat dan membantu menurunkan harga bensin.

Namun, Trump belum menjelaskan secara rinci struktur kesepakatan, perusahaan yang terlibat, maupun mekanisme yang membuat Amerika Serikat memperoleh kendali mayoritas atas cadangan tersebut. Sejumlah persoalan hukum dan kondisi industri minyak Venezuela juga masih menjadi perhatian.

Pemerintah sementara Venezuela yang dipimpin Delcy Rodriguez mengonfirmasi kesepakatan tersebut. Rodriguez mengatakan kerja sama itu mencakup pengembangan 17 ladang minyak strategis dengan potensi cadangan terbukti sekitar 65 miliar barel.

Venezuela memperkirakan kesepakatan tersebut dapat menarik investasi lebih dari US$100 miliar dan menghasilkan pendapatan pajak sekitar US$209 miliar bagi negara.

Rodriguez juga mengatakan kerja sama energi tersebut akan berlangsung selama 25 tahun dan diarahkan untuk meningkatkan produksi minyak Venezuela. Pemerintah Venezuela menargetkan produksi awal sekitar 1,5 juta barel per hari, naik dari sekitar 1,25 juta barel per hari saat ini.

Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Namun, produksi minyak negara tersebut masih jauh di bawah potensinya setelah bertahun-tahun menghadapi persoalan investasi, pengelolaan industri dan sanksi.

Kesepakatan ini juga membuka akses jangka panjang bagi perusahaan Amerika Serikat terhadap sejumlah ladang minyak Venezuela. Pemerintah Venezuela dijadwalkan menandatangani sejumlah perjanjian baru terkait hak eksplorasi dan produksi minyak.

Bagi Venezuela, Rodriguez menyebut kerja sama tersebut sebagai bagian dari upaya memulihkan dan memodernisasi industri minyak sekaligus mendorong perekonomian negaraa.

Sementara itu, pemerintahan Trump melihat tambahan pasokan dari Venezuela sebagai salah satu cara untuk meningkatkan ketersediaan minyak dan menekan harga bahan bakar di Amerika Serikat.

Meski kesepakatan ini telah diumumkan, rincian mengenai bagaimana kendali mayoritas tersebut akan dijalankan masih belum sepenuhnya dibuka kepada publik.

ADVERTISEMENT
Internet Anti Lemot di Jepang, Kantong Tetap Hemat 50%
Part of MaranPublikasi

MaranPublikasi

News media digital markusacian.com dinaungi & dikelola secara profesional oleh MaranPublikasi.