Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pemangkasan struktur anak dan cucu perusahaan di Pertamina, PLN, serta BUMN lainnya untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat pengambilan keputusan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan perampingan struktur tersebut diharapkan membuat proses pengambilan keputusan lebih cepat, sekaligus meningkatkan produktivitas dan efisiensi perusahaan negara.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani sebelumnya menyebut proses streamlining telah dilakukan terhadap 274 perusahaan hingga akhir Juli 2026. Dalam rapat di Hambalang, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri juga melaporkan perkembangan program Biodiesel 50 persen (B50) serta kesiapan infrastruktur Pertamina untuk menjalankan program bioethanol pemerintah.
Langkah perampingan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menyederhanakan struktur BUMN, khususnya perusahaan besar seperti Pertamina dan PLN.

