Jurnalism & Photograpy Week 2026
IKLAN SPONSOR

Jurnalism & Photograpy Week 2026

Sembunyikan Hasil Korupsi Rp361 Miliar di Galon Air, Mantan Wamen Irak Ditangkap

Modus Tak Biasa: Mantan Wakil Menteri Perminyakan Irak, Adnan Al Jumaili, menyembunyikan uang korupsi senilai Rp361 miliar dan 5 kg emas di dalam galon air di rumahnya.

T
Tim RedaksiJurnalis Redaksi
Rabu, 8 Juli 2026 pukul 15.17 UTC
Bagikan:
Sembunyikan Hasil Korupsi Rp361 Miliar di Galon Air, Mantan Wamen Irak Ditangkap
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik News.

Mantan Wakil Menteri Perminyakan Irak, Adnan Al Jumaili, kedapatan menggunakan cara yang tidak biasa untuk menyembunyikan kekayaan hasil korupsinya, yaitu dengan memasukannya ke dalam galon-galon air. Pihak berwenang Irak berhasil menyita uang tunai senilai kurang lebih Rp361 miliar dari kediaman Al Jumaili yang berlokasi di Tikrit. Uang yang dikemas di dalam galon tersebut terdiri dari 25 miliar dinar Irak (sekitar Rp343 miliar) dan 1 juta dolar AS (sekitar Rp18 miliar).

Langkah ekstrem ini sengaja dilakukan demi mengelabui deteksi petugas keamanan serta pelacak keuangan negara. Selain tumpukan uang tunai, penggeledahan tersebut juga mengamankan logam mulia berupa emas seberat 5 kilogram.

Total Aset Fantastis yang Disita

Penggerebekan terbaru ini menambah panjang daftar aset Al Jumaili yang berhasil disita oleh negara. Jika diakumulasikan, total dana tunai yang telah diamankan kini mencapai:
Dinar Irak: 127 miliar dinar (setara Rp1,7 triliun)
Dolar AS: 24 juta dolar AS (setara Rp432 miliar)

Tidak berhenti di situ, Dewan Kehakiman Tertinggi Irak juga bergerak cepat dengan membekukan serta menyita aset-aset mewah lainnya, termasuk sejumlah properti hunian dan deretan kendaraan bernilai tinggi milik tersangka.

Skandal Penggelembungan Kontrak dan Jaringan Korupsi

Kasus yang menjerat Al Jumaili ini tercatat sebagai salah satu skandal penyitaan aset korupsi terbesar dalam sejarah Irak. Ia diduga kuat terlibat dalam aksi penyelewengan dana publik serta penggelembungan (markup) nilai kontrak proyek. Hanya berselang beberapa hari setelah penyelidikan resmi dimulai, Al Jumaili langsung dicopot dari posisinya sebagai Wakil Menteri.

Perkembangan Kasus: Hingga saat ini, otoritas hukum Irak masih terus melacak aset tersembunyi lainnya dan memburu kaki tangan yang terlibat. Pekan lalu, operasi ini telah menjaring puluhan tersangka baru yang terdiri dari pejabat pemerintah hingga anggota parlemen. Proses hukum berjalan mulus setelah Ketua Parlemen Irak mencabut hak imunitas para anggotanya yang terlibat, sehingga penangkapan bisa segera dilakukan.