News

AS Perluas Tekanan ke Iran, Negara yang Berbisnis Bisa Kena Sanksi

Menteri Keuangan Amerika Serikat mengumumkan AS meluncurkan kampanye untuk mengisolasi Iran dari ekonomi global.

L
Liliy Anastya GunawanJurnalis Redaksi
Selasa, 25 Agustus 2026 pukul 12.25 WIB
AS Perluas Tekanan ke Iran, Negara yang Berbisnis Bisa Kena Sanksi
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik News.

Amerika Serikat meluncurkan kampanye untuk mengisolasi Iran dari ekonomi global. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan negara atau pihak yang tetap melakukan bisnis dengan Iran berisiko menghadapi sanksi dari Washington.

Pernyataan tersebut diampaikan Bessent dalam konferensi pers di Washington pada Senin (24/8/2026) waktu setempat. Ia mengatakan langkah tersebut diarahkan untuk menekan jaringan keuangan Iran di berbagai negara.

"Kami meluncurkan serangan ekonomi terhadap jaringan keuangan Iran di seluruh dunia," ujar Bessent. Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai upaya untuk "melumpuhkan ekonomi rezim tersebut."

Bessent mengatakan Presiden AS Donald Trump telah menghubungi sejumlah pemimpin dunia dan meminta mereka menghentikan interaksi ekonomi dengan Iran. Menurutnya, negara-negara tersebut diberikan batas waktu tertentu untuk menghentikan kerja sama dengan Iran.

Jika permintaan tersebut tidak dipenuhi, Departemen Keuangan AS disebut akan mengambil tindakan secara sepihak.

Washington saat ini memusatkan perhatian pada lima sektor yang berkaitan dengan perekonomian Iran, yaitu aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan pelayaran.

Bessent tidak menjelaskan kapan tindakan tersebut akan mulai diberlakukan maupun bentuk spesifik sanksi yang akan diterapkan.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan sanksi terhadap bank-bank besar China yang memfasilitasi perdagangan dengan Iran, Bessent mengatakan tidak ada pihak yang berada di luar jangkauan sanksi AS. Ia tidak menyebut China maupun negara lain secara spesifik dan mengatakan persoalan tersebut sebaiknya ditangani melalui diplomasi secara tertutup.

Kebijakan terbaru ini melanjutkan tekanan ekonomi Washington terhadap Teheran. Pada April 2026, Bessent sebelumnya mengumumkan kebijakan yang disebutnya sebagai "Economic Fury" terhadap Iran dan memperingatkan kemungkinan penerapan sanksi sekunder terhadap lembaga keuangan asing yang tetap mendukung aktivitas Iran.

ADVERTISEMENT
Internet Anti Lemot di Jepang, Kantong Tetap Hemat 50%
Part of MaranPublikasi

MaranPublikasi

News media digital markusacian.com dinaungi & dikelola secara profesional oleh MaranPublikasi.