Indonesia dan Thailand sepakat menargetkan nilai perdagangan bilateral mencapai US$20 miliar atau sekitar Rp360 triliun pada 2030. Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan ekonomi kedua negara dalam beberapa tahun ke depan.
Target itu akan diwujudkan melalui implementasi Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026 - 2030 yang disepakati dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta.
Selain meningkatkan nilai perdagangan, kedua negara juga sepakat memperluas investasi, memperkuat akses pasar, serta membentuk Joint Trade Commission untuk mempererat kerja sama perdagangan sekaligus mengatasi berbagai hambatan bisnis.
Kerja sama juga akan diperluas ke sejumlah sektor strategis, seperti ketahanan pangan, energi, ekonomi digital, industri halal, hingga penggunaan Local Currency Transaction (LCT) dalam transaksi perdagangan dan investasi.
Di bidang konektivitas dan sumber daya manusia, Indonesia dan Thailand berencana membuka peluang rute penerbangan langsung baru serta memperkuat kerja sama pendidikan melalui penandatanganan nota kesepahaman. Pemerintah Thailand menilai potensi pasar gabungan yang mencapai sekitar 350 juta penduduk dapat menjadi pendorong utama peningkatan perdagangan dan investasi kedua negara di kawasan Asia Tenggara.


