Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah mencegat delapan kapal tanker minyak milik Arab Saudi yang melintas di Laut Merah sebagai bagian dari blokade laut yang mereka terapkan.
Dilansir dari DPA, Houthi menyatakan kapal-kapal tersebut diminta berbalik arah sehingga harus menempuh jalur alternatif mengelilingi Afrika untuk melanjutkan perjalanan menuju Asia.
Blokade dilakukan di Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dari pesisir barat Arab Saudi.
Situasi ini disebut semakin menyulitkan ekspor minyak Arab Saudi. Pasalnya, pengiriman dari wilayah timur juga terganggu akibat lumpuhnya jalur Selat Hormuz di tengah konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Meski demikian, hingga kini pemerintah Arab Saudi belum memberikan konfirmasi atas klaim Houthi terkait pencegatan delapan kapal tanker tersebut.
Kelompok Houthi telah menguasai ibu kota Sana'a dan sejumlah wilayah di Yaman Utara sejak 2014. Konflik antara Houthi dan Arab Saudi yang sempat mereda dalam beberapa tahun terakhir kembali memanas seiring meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.




