Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) untuk kebutuhan rumah tangga dalam tabung berukuran 3 kilogram (Kg). Uji coba tersebut ditargetkan mulai berlangsung pada Agustus 2026.
CNG disiapkan sebagai alternatif penggunaan LPG 3 Kg yang selama ini sebagian besar pasokannya masih bergantung pada impor. Saat ini, pemerintah masih melakukan persiapan teknis, termasuk proses pengisian gas ke dalam tabung CNG yang ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaiman, mengatakan skema penerapan CNG masih dalam pembahasan. Namun, pemerintah memastikan uji coba akan dilakukan pada bulan depan. Salah satu wilayah yang berpotensi menjadi lokasi uji coba adalah Jawa Barat, khususnya kota-kota besar yang memiliki tingkat penggunaan LPG 3 Kg cukup tinggi.
Dalam skema yang disiapkan, masyarakat tidak perlu membeli tabung CNG baru. Tabung tersebut nantinya menjadi aset badan usaha, termasuk PT Pertamina (Persero), sehingga masyarakat hanya perlu menukarkan tabung kosong dengan tabung yang telah terisi.
Pola distribusinya juga akan mengadopsi sistem yang selama ini digunakan untuk LPG 3 Kg. Nantinya, akan terdapat agen dan pangkalan yang berperan dalam penyaluran serta pengisian ulang tabung CNG kepada masyarakat.





