Mesir Resmikan Markas Militer Oktagon, Diklaim Lampaui Pentagon dari Segi Luas

Mesir meresmikan markas militer Oktagon yang diklaim sebagai kompleks pertahanan teebesar di dunia, melampaui Pentagon. Peresmian dipimpin Presiden Abdel Fattah El Sisi di tengah sorotan terhadap kondisi ekonomi negara tersebut.

T
Tim RedaksiJurnalis Redaksi
Selasa, 28 Juli 2026 pukul 10.19 WIB
Bagikan:
Mesir Resmikan Markas Militer Oktagon, Diklaim Lampaui Pentagon dari Segi Luas
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik News.

Pemerintah Mesir resmi memperkenalkan kompleks markas militer baru bernama Oktagon, sebuah fasilitas pertahanan yang disebut-sebut sebagai markas militer terbesar di dunia. Kehadiran kompleks tersebut langsung menarik perhatian karena diklaim melampaui Pentagon di Amerika Serikat dalam hal luas kawasan. Sesuai namanya, Oktagon mengusung desain unik berbentuk delapan sisi. Kompleks ini terdiri atas delapan bangunan utama yang masing-masing memiliki denah segi delapan, berbeda dengan Pentagon yang selama ini dikenal memiliki lima sisi.

Peresmian Oktagon berlangsung dalam seremoni besar yang dipimpin langsung Presiden Mesir Abdel Fattah El Sisi. Momen tersebut menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, El Sisi tampil di hadapan publik mengenakan seragam militer, mengingat dirinya pernah menjabat sebagai jenderal sebelum menjadi kepala negara. Dalam pidatonya, El Sisi menyebut pembangunan Oktagon sebagai simbol tekad dan kemampuan bangsa Mesir dalam mewujudkan proyek-proyek berskala besar. Ia menyatakan kompleks tersebut menjadi bukti bahwa tidak ada hal yang mustahil untuk dicapai.

Prosesi menuju lokasi peresmian juga berlangsung dengan pengamanan ketat. Presiden Mesir diketahui tiba dengan pengawalan helikopter serang sebelum menghadiri acara pembukaan resmi kompleks tersebut.
Oktagon berdiri di kawasan ibu kota administratif baru Mesir yang dibangun di wilayah gurun sebelah timur Kairo. Area kompleksnya diperkirakan mencapai sekitar 90 kilometer persegi, luas yang disebut sebanding dengan wilayah Kota Lisbon, Portugal.

Dengan ukuran tersebut, Oktagon diklaim mengambil alih predikat sebagai kompleks markas kementerian pertahanan terbesar di dunia yang sebelumnya disanding Pentagon.

Pembangunan ibu kota administratif baru, termasuk kompleks Oktagon, diperkirakan menelan biaya sekitar US$57 miliar. Nilai tersebut menjadikannya salah satu proyek pembangunan paling mahal yang dijalankan Mesir sejak El Sisi berkuasa. Di sisi lain, proyek ambisius tersebut menuai kritik. Mesir saat ini tengah menghadapi tekanan ekonomi berat dengan utang luar negeri yang mencapai sekitar US$163,5 miliar. Sebagian masyarakat menilai proyek-proyek berskala besar pemerintah ikut memperburuk kondisi ekonomi nasional.

Abdel Fattah El Sisi sendiri memimpin Mesir sejak 2013 setelah mengambil alih Kekuasaan melalui kudeta yang didukung militer. Selama masa pemerintahannya, Mesir juga menghadapi tantangan keamanan akibat konflik yang berlangsung di kawasan, termasuk perang di Gaza, konflik di Sudan, serta ketidakstabilan yang masih terjadi di Libya.

ADVERTISEMENT
Internet Anti Lemot di Jepang, Kantong Tetap Hemat 50%