Sejumlah pakar hak asasi manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak pemerintah Kanada untuk memperkuat perlindungan terhadap aktivis Sikh, Moninder Singh, menyusul adanya ancaman serius terhadap keselamatan dirinya dan keluarganya.
Dilansir The Guardian, lima pakar independen PBB meminta Kanada mengambil seluruh langkah yang memungkinkan untuk menjamin keamanan Singh, sekaligus mempercepat penyelidikan atas dugaan intimidasi lingtas Negara yang disebut menyasar aktivis Sikh di wilayah Kanada.
Dalam surat yang dikirim kepada pemerintah Kanada dan turut ditembuskan kepada pemerintahan India, para pakar mengungkapkan bahwa Singh telah menerima empat kali peringatan resmi dari otoritas Kanada sejak 2022 terkait ancaman yang dinilai kredibel terhadap keselamatannya.
Kasus ini kembali menjadi sorotan setelah sebelumnya aktivis Sikh Hardeep Singh Nijjar tewas ditembak di Kanada pada 2023. Pemerintah Kanada menuding India terlibat dalam pembunuhan tersebut, namun tuduhan itu telah dibantah oleh New Delhi. Peristiwa tersebut sempat memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara.
Para pakar PBB menilai ancaman terhadap Moninder Singh diduga merupakan bagian dari pola intimidasi lintas negara terhadap aktivis Sikh. Sementara itu, Singh menegaskan dirinya akan tetap menyuarakan aspirasi komunitas Sikh dan tidak akan menghentikan akivitasnya meski berada di bawah ancaman.




