Bisnis

Pendapatan UNTR Turun 15%, Bisnis Kontraktor Tambang Jadi Penopang

United Tractors mencatat pendapatan Rp58,29 triliun pada semester I 2026, turun 15 persen secara tahunan. Bisnis kontraktor tambang menjadi penopang dengan pendapatan Rp27,2 triliun, sementara diversifikasi ke emas dan nikel terus diperkuat di tengah tekanan sektor batu bara.

A
Andi WijayaJurnalis Redaksi
Senin, 10 Agustus 2026 pukul 14.41 WIB
Pendapatan UNTR Turun 15%, Bisnis Kontraktor Tambang Jadi Penopang
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik Bisnis.

PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan pendapatan bersih Rp58,29 triliun pada semester pertama 2026, turun 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di tengah penurunan tersebut, bisnis kontraktor penambangan menjadi salah satu penopang utama kinerja perseroan. Pendapatan dari bisnis yang dijalankan PAMA dan KPP Mining tercatat Rp27,2 triliun, naik 4 persen.

Pertumbuhan itu terjadi ketika aktivitas pertambangan batu bara menghadapi tekanan akibat alokasi RKAB nasional 2026 yang lebih rendah. Volume pemindahan tanah PAMA Grup turun 10 persen menjadi 481 juta bcm, sedangkan produksi batu bara untuk klien turun 3 persen menjadi 67 juta ton.

UNTR juga mulai memperluas portfolio kontraktor pertambangannya ke komoditas mineral lain, terutama emas dan nikel, sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis. Di sektor emas, operasional Tambang Emas Martabe kembali berjalan pada kuartal kedua 2026 setelah sebelumnya mengalami penghentian sementara. Pendapatan dari bisnis emas dan mineral lainnya mencapai Rp2,4 triliun hingga semester pertama.

Sementara itu, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp956 miliar. Angka tersebut terpengaruh sejumlah non-recurring items senilai Rp3,3 triliun. Jika tidak memperhitungkan biaya dan pencatatan non-berulang tersebut, laba bersih UNTR mencapai sekitar Rp4,26 triliun.

Perseroan juga masih menjaga kondisi keuangannya dengan rasio gearing sebesar 8,5 persen pada akhir Juni 2026 dan utang bersih sekitar Rp9,4 triliun. Kinerja semester pertama menunjukkan UNTR masih menghadapi tekanan dari sektor batu bara, tetapi diversifikasi ke emas, nikel, dan mineral lainnya menjadi bagian penting dari upaya perusahaan menjaga pertumbuhan dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT
Internet Anti Lemot di Jepang, Kantong Tetap Hemat 50%
Part of MaranPublikasi

MaranPublikasi

News media digital markusacian.com dinaungi & dikelola secara profesional oleh MaranPublikasi.