Puluhan Ribu Orang Dievakuasi akibat Kebakaran Besar di Prancis dan Spanyol

Kebakaran besar di Prancis dan Spanyol memaksa puluhan ribu warga dievakuasi.

T
Tim RedaksiJurnalis Redaksi
Jumat, 24 Juli 2026 pukul 18.44 WIB
Bagikan:
Puluhan Ribu Orang Dievakuasi akibat Kebakaran Besar di Prancis dan Spanyol
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik News.

Otoritas Prancis memerintahkan evakuasi seluruh Semenanjung Cap Ferret di pesisir barat daya negara tersebut. Ratusan orang bahkan meninggalkan kawasan itu menggunakan perahu ketika kebakaran hutan besar terus meluas di wilayah Gironde. Kebakaran yang bermula pada Selasa telah menghanguskan sekitar 10.000 hektare lahan atau hampir 25.000 acre. Api terus menyebar di kawasan wisata yang berada di sebelah barat Bordeaux, sementara petugas pemadam kebakaran masih berupaya mengendalikannya.
Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez mengatakan sekitar 40.000 orang telah dievakuasi atau sedang dalam proses meninggalkan Semenanjung Cap Ferret. Wilayah tersebut berada di antara Samudra Atlantik dan Teluk Arcachon.

Mengutip BBC, prefek setempat Sophie Brocas mengatakan sedikitnya 53 rumah dan sebuah area perkemahan telah terbakar. Namun, petugas berhasil menyelamatkan sekitar 2.000 rumah dari kobaran api. Sekitar 2.000 warga yang dievakuasi dari semenanjung tersebut telah tiba menggunakan perahu di pelabuhan Arcachon. Api dilaporkan menyebar dengan cepat sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari. Perkembangan tersebut membuat otoritas mengevakuasi kota Arès, yang terletak di sebelah tenggara lège-Cap Ferret. Evakuasi juga dilakukan dari La Porge pada Kamis malam dan berlangsung dengan tenang.

Kebakaran besar lainnya terjadi di sekitar Biscarrosse, wilayah Landes, sejak Kamis sore. Lebih dari 23.000 orang harus meninggalkan rumah, tempat perkemahan, sebuah panti jompo, dan kamp musim panas. Rinciannya, sekitar 18.000 orang dievakuasi dari Biscarrosse dan 5.000 lainnya dari Parntis-en-Born. Prefek Landes Gilles Clavreul mengatakan api belum diperkirakan pada hingga akhir jumat. Proses pemadaman menghadapi kondisi sulit karena angin dapat mencapai 50 kilometer per jam, sementara suhu berada di kisaran 36 hingga 37 derajat Celsius.

Tidak ada korban tambahan yang dilaporkan dalam semalam di wilayah barat daya Prancis, Namun, dua petugas pemadam kebakaran meninggal dunia pada Selasa ketika berusaha memadamkan kebakaran di dekat Bandara Bordeaux. Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya menyebut situasi kebakaran hutan di negara tersebut sangat serius, terutama di Gironde. Pemerintah Prancis kemudian meminta bantuan Uni Eropa. Bantuan tersebut akan mencakup pengerahan pesawat pemadam kebakaran dari Kroasia, Portugal, Republik Ceko, dan Slovakia untuk membantu menangani kebakaran di Prancis.

Salah satu warga Inggris yang sedang berlibur di Cap Ferret, David Morton, mengatakan keluarganya menerima peringatan darurat melalui pesan singkat pada Kamis malam. Mereka terbangun sekitar pukul 03.00 waktu setempat dan segera meninggalkan rumah di Petit Piquey. Keluarga tersebut kemudian terjebak dalam antrean kendaraan yang panjang dan bergerak lambat. Di sepanjang perjalanan, mereka melihat petugas pemadam kebakaran, ambulans, serta polisi yang mengatur situasi. Saat melewati kawasan dekat Lège, Morton melihat kobaran api besar yang membakar seluruh bagian hutan. Ia mengatakan pemandangan tersebut membuatnya benar-benar menyadari besarnya kebakaran yang sedang terjadi.
Menurutnya, proses evakuasi berjalan dengan baik dan terkendali. Warga juga disebut bersikap tertib dan mengikuti arahan petugas.

Semenanjung Cap Ferret biasanya dihuni kurang dari 8.000 orang, tetapi jumlahnya dapat meningkat hingga sepuluh kali lipat saat musim liburan. Sekitar 20.000 orang di wilayah Gironde telah dievakuasi, sementara otoritas masih mengerahkan personel dan dukungan udara untuk memadamkan api. Masyarakat diminta tidak mendatangi wilayah terdampak, dan rumah-rumah yang ditinggalkan akan dipantau untuk mencegah aksi vandalisme.

Sementara itu, Spanyol menetapkan status darurat nasional setelah kebakaran melanda sejumlah wilayah di sekitar Madrid. Lebih dari 10.000 orang telah dievakuasi, sementara kebakaran di Villa del Prado dan San Martín de Valdeiglesias masih berada di luar kendali pada Jumat pagi. Sejumlah wilayah, termasuk Aldea del Fresno, juga telah dievakuasi dan pemerintah Spanyol mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menangani kebakaran tersebut.

ADVERTISEMENT
Internet Anti Lemot di Jepang, Kantong Tetap Hemat 50%