Pemerintah Selandia Baru resmi memulai kembali proyek pembangunan ulang Scott Base, stasiun riset miliknya di Antartika, setelah sempat tertunda lebih dari dua tahun akibat penyesuaian desain untuk menekan biaya proyek. Antarctica New Zealand mengumumkan kontrak pembangunan telah diberikan kepada perusahaan konstruksri LT McGuiness yang berbasis di Wellington Proyek tersebut tetap dijalankan dalam batas anggaran yang telah disetujui pemerintah, yakni sebesar NZ$498 juta.
Sebelumnya, proses pembangunan sempat terhenti setelah negosiasi dengan kontraktor pilihan awal berakhir tanpa kesepakatan pada 2023. Pemerintah kemudian menyusun kembali rancangan proyek agar lebih efisien tanpa mengurangi fungsi utama fasilitas penelitian. Dalam pengembangannya, Scott Base akan dilengkapi gedung layanan baru seluas lebih dari 3.000 meter persegi, renovasi dan perluasan Hillary Field Centre, serta pembaruan jaringan air bersih, pengolahan limbah, dan sistem kelistrikan yang telah menua.
Kapasitas kawasan juga akan ditingkatkan dari sekitar 5.000 meter persegi menjadi 6.500 meter persegi. Selain itu, proyek mencakup modernisasi pembangkit listrik tenaga angin dan sistem penyimpanan baterai guna memperkuat pasokan energi terbarukan bagi Scott Base maupun Stasiun McMurdo milik Amerika Serikat yang berada di dekatnya.
Pekerjaan konstruksi akan dilakukan secara bertahap setiap musim panas di Antartika yang hanya menyediakan waktu pembangunan sekitar 100 hari setiap tahun. Tahap awal musim ini akan difokuskan pada pengeboran fondasi serta pengiriman material untuk pekerjaan lanjutan pada musim 2027/2028.
Antarctica New Zealand menargetkan seluruh proses pembangunan selesai pada 2030 setelah pemerintah menyetujui rancangan proyek yang telah direvisi pada Mei lalu dan memberikan izin pelaksanaan pada bulan ini.





