News

Singapura Mulai Serius Pelajari Energi Nuklir, Gandeng China

Singapura dan China resmi menandatangani MoU kerja sama teknologi nuklir untuk tujuan damai. Kesepakatan ini menjadi bagian dari upaya Singapura memperkuat kemampuan teknis dan keselamatan sebelum menentukan potensi pemaanfaatan energi nuklir di masa depan.

A
Andi WijayaJurnalis Redaksi
Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 15.48 WIB
Singapura Mulai Serius Pelajari Energi Nuklir, Gandeng China
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik News.

Singapura semakin serius membangun kapasitas untuk mempelajari potensi energi nuklir. Langkah terbaru datang melalui kerja sama dengan China setelah kedua negara menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan damai pada Senin (17/8/2026).

Kesepakatan tersebut mempertemukan Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (MTI) dengan Otoritas Energi Atom China (CAEA). Bagi Singapura, kerja sama ini bukan berarti keputusan untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir telah diambil, melainkan bagian dari upaya memperkuat kemampuan teknis dan independen sebelum menentukan kemungkinan penerapan energi nuklir di masa depan.

MTI menyebut keterlibatan dengan mitra internasional diperlukan agar Singapura mampu melakukan penilaian yang objektif terhadap teknologi nuklir, terutama dari sisi keselamatan dan aspek teknis.

Kerja sama dengan China juga diarahkan untuk mendukung persiapan Singapura menghadapi misi Fase 1 Tinjauan Infrastruktur Nuklir Terintegrasi (INIR) yang dilakukan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) pada 2027.

MoU tersebut ditandatangani Sekretaris Tetap MTI Bidang Energi dan Perdagangan Augustin Lee bersama Wakil Ketua CAEA Liu Jing. Penandatanganan disaksikan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Dr Tan See Leng serta Ketua CAEA Shan Zhongde.

Ruang lingkup kerja sama tidak hanya berkaitan dengan teknologi reaktor. Singapura dan China juga akan bertukar pengetahuan mengenai penilaian keselamatan, aspek teknis reaktor nuklir, pelatihan tenaga kerja, hingga kunjungan ilmiah.

Kedua negara turut membuka ruang kerja sama dalam edukasi dan keterlibatan masyarakat, keselamatan serta keamanan nuklir, hingga pengembangan berbagai aplikasi teknologi nuklir untuk tujuan damai.

Langkah tersebut melanjutkan serangkaian upaya Singapura membangun fondasi di bidang nuklir bersama sejumlah negara dan lembaga internasional.

Pada April 2026, Singapura menandatangani kerangka kerja lima tahun dengan IAEA. Kerja sama itu mencakup peningkatan kemampuan dalam menilai teknologi energi baru, pemantauan radiasi lingkungan, pengujian keamanan dan radiokimia pangan, serta pengembangan pencitraan nuklir dan terapi kanker.

Di bulan yang sama, Badang Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA) juga meneken memorandum kerja sama dengan komisi Pengaturan Nuklir Amerika Serikat. Fokusnya adalah memperkuat kemampuan divisi keselamatan nuklir NEA yang baru dibentuk.

Melalui kerja sama tersebut, petugas NEA akan memperoleh kesempatan mengikuti kursus intensif dan penugasan lapangan yang mencakup regulasi reaktor, penilaian keselamatan, serta prosedur inspeksi.

Serangkaian kerja sama itu menunjukkan bahwa Singapura sedang membangun kemampuan dari sisi ilmu pengetahuan, regulasi, sumber daya manusia, hingga keselamatan sebelum mengambil keputusan lebih jauh mengenai pemanfaatan energi nuklir.

Rencana tersebut sejalan dengan kebijakan yang pernah disampaikan Perdana Menteri Lawrence Wong dalam pidato anggaran 2025. Pemerintah Singapura saat itu menyatakan akan mempelajari potensi tenaga nuklir sekaligus membangun kemampuan secara sistematis.

"Pemerintah akan mempelajari potensi peneybaran tenaga nuklir dan secara sistematis membangun kemampuan di bidang tersebut, " kata Wong.

Dengan MoU bersama China, Singapura kini memperluas jaringan kerja sama internasionalnya untuk memahami teknologi nuklir secara lebih mendalam. Fokusnya masih berada pada pengembangan kapasitas dan penilaian keselamatan, sebelum negara tersebut menentukan sejauh mana energi nuklir dapaat diterapkan dalam kebutuhan energinya di masa depan.

ADVERTISEMENT
Internet Anti Lemot di Jepang, Kantong Tetap Hemat 50%
Part of MaranPublikasi

MaranPublikasi

News media digital markusacian.com dinaungi & dikelola secara profesional oleh MaranPublikasi.