Taiwan untuk pertama kalinya menggelar latihan yang mensimulasikan pemutusan internet sebagai bagian dari persiapan menghadapi kemungkinan konflik dengan China.
Dalam latihan tersebut, kecepatan internet sengaja diperlambat sehingga layanan seperti video call, streaming, media sosial, dan pembayaran digital sulit digunakan. Pemerintah juga menguji sistem komunikasi alternatif berbasis radio yang tidak bergantung pada jaringan internet.
Latihan berlangsung di 14 kota dan wilayah yang mencakup sekitar 70% populasi Taiwan. Pemerintah ingin masyarakat terbiasa menghadapi kondisi ketika jaringan komunikasi utama terganggu.
Ancaman terhadap kabel bawah laut Taiwan juga menjadi perhatian. Sejumlah kable yang menghubungkan Taiwan dengan dunia luar sebelumnya mengalami kerusakan, sehingga pemerintah berupaya membangun berbagai sistem cadangan, termasuk komunikasi satelit.
Bagi Taiwan, latihan ini bukan sekedar simulasi gangguan internet, tetapi bagian dari upaya memperkuat ketahanan masyarakat jika terjadi krisis atau konflik.



