Tekno

Terbang Perdana, Pesawat X1 Bertenaga Listrik Bermodal Rp80 Ribuan

Pesawat X1 bertenaga listrik yang dikembangkan Heart Aerospace berhasil menerbangkan perdananya dari Plattsburgh International Airport, New York, Amerika Serikat.

L
Liliy Anastya GunawanJurnalis Redaksi
Senin, 24 Agustus 2026 pukul 21.07 WIB
Terbang Perdana, Pesawat X1 Bertenaga Listrik Bermodal Rp80 Ribuan
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik Tekno.

Pesawat eksperimental X1 yang dikembangkan Heart Aerospace mencatat penerbangan perdana sebagai bagian dari pengujian teknologi penerbangan bertenaga listrik berbasis baterai. Pesawat dengan bobot lepas landas lebih dari 11,3 ton itu diklaim menjadi pesawat bertenaga baterai listrik terbesar yang pernah diterbangkan.

X1 melakukan penerbangan perdana pada 12 Agustus 2026 dari Plattsburgh International Airport, New York, Amerika Serikat. Pesawat tersebut berada di udara selama 27 menit dengan ketinggian mencapai sekitar 335 meter di atas permukaan tanah.

Penerbangan itu dilakukan menggunakan sistem propulasi yang sepenuhnya mengandalkan baterai dengan tenaga lebih dari 1 megawatt. Heart Aerospace mengembangkan X1 sebagai pesawat eksperimental untuk menguji teknologi yang nantinya digunakan dalam pengembangan pesawat regional mereka.

Salah satu hak yang disorot perusahaan adalah kebutuhan energi selama penerbangan. Heart Aerospace memperkirakan listrik yang digunakan X1 dalam penerbangan tersebut bernilai Sekitar US$5 atau Rp80 ribuan.

X1 memiliki bentang sayap sekitar 32,3 meter. Ukuran tersebut membuat pesawat eksperimental ini menjadi salah satu platform pengujian berskala besar untuk teknologi propulsi listrik yang sedang dikembangkan perusahaan.

Teknologi yang diuji melalui X1 berkaitan langsung dengan pengembangan ES-30, pesawat regional berkapasitas 30 penumpang yang sedang disiapkan Heart Aerospace. Berbeda dengan X1, ES-30 akan menggunakan sistem hybrid-electric, bukan tenaga baterai sepenuhnya.

Heart Aerospace menargetkan ES-30 mulai menjalani uji terbang pada 2028. Pesawat tersebut dikembangkan untuk penerbangan regional dan menjadi bagian dari rencana perusahaan dalam menerapkan sistem eletrifikasi pada penerbangan komersial.

Menurut Heart Aerospace, penggunaan teknologi elektrifikasi pada pesawat berpotensi mengurangi ketergantungan maskapai terhadap harga bahan bakar jet serta menekan biaya operasional penerbangan.

ADVERTISEMENT
Internet Anti Lemot di Jepang, Kantong Tetap Hemat 50%
Part of MaranPublikasi

MaranPublikasi

News media digital markusacian.com dinaungi & dikelola secara profesional oleh MaranPublikasi.