Bagi masyarakat di Tanjung Lalang, Desa Betuah, Kalimantan Barat, air hujan masih menjadi salah satu sumber air yang dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk dikonsumsi.
Menurut Ansius Pablo, air hujan di wilayah tersebut selama ini belum terkontaminasi zat-zat berbahaya. Namun, air hujan tetap tidak dikonsumsi secara mentah. Sebelum diminum, air terlebih dahulu dimasak hingga mendidih.
"Sebab air hujan di sini, khususunya di Tanjung Lalang, Desa Betuah, Kalimantan Barat, belum terkontaminasi oleh zat-zat berbahaya. Air hujan juga tidak diminum mentah, harus dimasak hingga mendidih agar aman untuk dikonsumsi," katanya.
Pemanfaatan air hujan menjadi semakin penting ketika musim kemarau tiba. Saat persediaan air hujan mulai menipis, masyarakat setempat memiliki alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan air.
"Kalau musim kemarau, stok air hujan mulai habis. Orang sini biasa minum air Kapuas dan ada juga sebagian yang membeli air galon," ujarnya.
Pengalaman masyarakat setempat tersebut menunjukkan bahwa air hujan masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama ketika sumber air lainnya terbatas.
Opini Ansius Pablo, masyarakat setempat.
Catatan redaksi: Tulisan ini merupakan opini dan pengalaman Ansius Pablo sebagai masyarakat setempat. Pandangan yang disampaikan tidak mewakili pandangan redaksi markusacian.com


:quality(80)/https://kompas.id/wp-content/uploads/2017/09/TUGU-KHATULISTIWA1-02.jpg)