Gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin pagi dan menyebabkan kerusakan besar di sejumlah kota. Sedikitnya 132 orang meninggal dunia dan lebih dari 570 lainnya mengalami luka-luka. Gempa terjadi sekitar pukul 7.34 Waktu setempat dengan pusat gempa berada di Departemen Chocó. Guncangan turut terasa hingga Venezuela, yang sebelumnya masih menghadapi dampak dari dua gempa besar pada Juni lalu.
Wilayah barat Kolombia menjadi kawasan yang paling terdampak. Sedikitnya 40 orang dilaporkan meninggal dunia di Pereira, 27 orang di Departemen Valle del Cuca, serta sedikitnya dua orang di Manizales. Di Pereira, sekitar 65 bangunan dilaporkan runtuh. Korban diduga masih terjebak di sedikitnya 15 bangunan, sementara lima rumah sakit di kota tersebut dipenuhi korban luka.
Kondisi serupa terjadi di Cali. Sedikitnya 20 bangunan runtuh dan sejumlah orang masih dilaporkan berada di bawah reruntuhan. Tim penyelamat bersama warga terus melakukan pencarian dan evakuasi. Manizales juga mengalami kerusakan berat. Sedikitnya 12 bangunan dan 20 rumah mengalami kerusakan sebagian hingga hancur. Pemerintah setempat meminta warga tidak kembali ke bangunan yang belum dipastikan aman karena potensi gempa susulan.
Di Quibdó, ibu kota Chocó, laporan awal menyebut adanya korban luka dan kerusakan parah pada sejumlah bangunan. Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella kemudian mengunjungi wilayah tersebut dan menjanjikan bantuan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Pemerintah Kolombia menetapkan status darurat nasional dan mengarahkan sumber daya untuk operasi penyelamatan. Fokus utama pemerintah saat ini adalah mencari korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan serta memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak. Sejumlah kota seperti Cali, Armenia, dan Manizales juga memberlakukan jam malam. Di Cali, pengerahan polisi dan militer dilakukan setelah muncul kekhawatiran penjarahan di tengah kondisi pascagempa.
Gempa juga berdampak terhadap transportasi udara. Bandara di Pereira, Manizales, Quibdó, Cartago, Armenia, dan Buenaventura dilaporkan mengalami kerusakan. Amerika Serikat turut menyatakan dukungan terhadap penanganan bencana tersebut. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pemerintahan Donald Trump akan memberikan bantuan darurat sebesar US$15,5 juta kepada Kolombia.


