Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan situasi dengan Iran berjalan baik. Ia juga mengklaim pasukan AS kini berada dalam kendali penuh atas Selat Hormuz.
Di tengah ketegangan tersebut, pasukan AS menghentikan sebuah kapal kargo berbendera Panama yang berupaya berlayar menuju pelabuhan Iran. Kapal tersebut ditembak menggunakan dua rudal Hellfire yang diarahkan ke sistem kemudinya setelah disebut mengabaikan peringatan.
Iran menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai tuntutannya dipenuhi. Teheran meminta penghentian penuh perang dan blokade AS, pembebasan Aset Iran yang dibekukan, serta gencatan senjata di kawasan sebelum jalur pelayaran kembali dibuka. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan posisi tersebut tetap berlaku hingga seluruh tuntutan Iran dipenuhi.
Di jalur pelayaran lain, kelompok Houthi Yaman mengklaim telah menargetkan sebuah kapal Saudi yang disebut membawa peralatan militer di Selat Bab el-Mandeb. Klaim tersebut disampaikan melalui kantor berita Saba milik kelompok tersebut. Sementara itu, Qatar menyebut perundingan antara Oman dan Iran mengenai masa depan pelayaran di Selat Hormuz mengalami kemajuan besar.
Upaya mediasi juga dilakukan Pakistan. Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi tiba di Teheran untuk melakukan pembicaraan dengan pejabat Iran sebagai bagian dari upaya menghentikan perang AS-Israel dan membuka kembali Selat Hormuz.

