Banjir bandang dan longsor menerjang wilayah perbatasan Nepal dan China pada Rabu (26/8/2026). Bencana tersebut menyapu rumah, jalan, hingga jembatan dan menyebabkan korban jiwa serta ratusan orang belum diketahui keberadaanya.
Dilansir France24, Kamis (27/8/2026) sedikitnya 165 orang dilaporkan meninggal dunia. Tim penyelamat masih melakukan pencarian sehingga jumlah korban diperkirakan dapat berubah.
Di wilayah Gyirong, Tibet, China, media pemerintah melaporkan 558 orang hilang, termasuk 260 warga negara asing. Sementara itu, tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat longsor di kawasan tersebut.
Di Nepal, Departemen Pariwisata melaporkan 468 wisatawan dan pelancong belum dapat dihubungi, di antaranya 75 warga Nepal," kata juru Bicara Departemen Pariwisata Nepal Suraj Ghimire kepada AFP.
Bencana terjadi di kawasan yang berada dekat perbatasan Nepal-Tibet. Runtuhnya gletser disebut menjadi pemicu bencana berdasarkan keterangan Badan Survei Geologi Amerika Serikat.
Kementerian Luar Negeri Indonesia turut memantau perkembangan situasi. Hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada laporan mengenai WNI yang terdampak.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan terdapat sekitar 45 WNI di Nepal, yang mayoritas berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan.
Proses pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak. Julah korban dan orang yang belum ditemukan masih dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.

