Seorang bayi laki-laki Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, ramai dibicarakan di media sosial karena memiliki nama yang cukup unik, yakni Muhammad MBG Subianto.
Nama tersebut diberikan oleh kedua orang tuanya sebagai bentuk apresiasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap telah memberikan dampak positif bagi kehidupan keluarga mereka.
Bayi yang kini akrab disapa MBG itu lahir melalui persalinan normal di puskesmas Sapuran pada Jumat malam (10/7/2026). Saat lahir, berat badannya mencapai 3,6 kilogram dengan panjang 50 sentimeter. Orang tuanya kini tengah mengurus akta kelahiran dengan nama resmi Muhammad MBG Subianto.
Sang ibu, Yuharni, mengatakan nama MBG dipilih karena dirinya bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sejak 2 Agustus 2025. Menurutnya, program tersebut telah membuka lapangan pekerjaan sekaligus membantu meningkatkan kondisi ekonomi keluarganya.
Yuharni mengaku sangat mengapresiasi program MBG karena memberikan kesempatan kerja, khususnya bagi masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan. Karena itu, ia ingin menjadikan nama tersebut sebagai kenangan yang akan melekat seumur hidup.
Pemberian nama tersebut telah disepakati bersama suaminya, Ambon Yasin. Sang suami awalnya hanya meminta nama anak mereka diawali dengan Muhammad. Sementara itu, Yuharni menambahkan unsur MBG dan Subianto sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden Prabowo Subianto yang menggagas program tersebut.
Yuharni mengungkapkan bahwa dirinya sempat tidak menyadari kehamilannya hingga usia kandungan sekitar tujuh bulan. Meski hari perkiraan lahirnya jatuh pada 22 Juli 2026, sang bayi ternyata lahir lebih cepat pada 10 Juli melalui persalinan normal.
Setelah namanya viral di media sosial, Muhammad MBG Subianto mendapat beragam tanggapan dari masyarakat. Meski ada komentar negatif, Yuharni mengaku tidak terlalu mempermasalahkannya.
Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Ia memilih membalas komentar positif dan mengabaikan komentar yang dianggap tidak baik.
Di lingkungan tempatnya tinggal, bayi tersebut bahkan sudah lebih dulu dikenal dengan panggilan MBG. Anak-anak sekitar rumah kerap menanyakan keberadaannya setelah pulang mengaji. Keluarga Yuharni juga berencana menggelar acara syukuran pada hari ketujuh setelah kelahiran sang bayi.





/2026/07/08/973669943.jpg)