Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan masih terdapat empat perusahaan yang berada dalam antrean (pipeline) pencatatan saham atau IPO. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, mengatakan dua di antaranya merupakan perusahaan dengan aset di bawah Rp50 miliar, sementara dua lainnya memiliki aset di atas Rp250 miliar.
Dilihat dari sektornya, satu perusahaan berasal dari sektor basic materials, satu dari consumer non-cyclicals, serta dua perusahaan bergerak di sektor healthcare.
Saidu menjelaskan, hingga 10 Juli 2026 sebanyak tujuh perusahaan telah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.
Ketujuh emiten tersebut adalah PT BSA Logistic Tbk (WBSA), PT Niramas Utama Tbk (JELI), PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI), PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), dan PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS).
Sebelumnya, Saidu menegaskan BEI kini lebih mengutamakan kualitas perusahaan yang akan melakukan IPO dibanding sekadar mengejar jumlah pencatatan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat integritas pasar modal Indonesia.
Meski menargetkan 50 perusahaan melaksanakan IPO sepanjang 2026, BEI masih membuka kemungkinan untuk meninjau kembali target tersebut. Menurut Saidu, pembahasan mengenai revisi target masih berlangsung dan hingga kini belum ada keputusan resmi.






