Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan pihaknya akan memperketat pengawasan keamanan pangan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Salah satu langkahyang sedang dipertimbangkan adalah penggunaan test kit di setiap dapur untuk mendeteksi kemungkinan zat berbahaya dalam makanan, termasuk arsen dan makanan basi.
Kebijakan ini disiapkan setelah muncul kasus keracunan di SMAN 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Sudaryono menegaskan pemeriksaan makanan tidak cukup hanya mengandalkan bau, rasa, atau kondisi makanan secara kasatmata.
Dari sekitar 27 ribu dapur SPPG, BGN menyebut sebagian besar telah berjalan dengan baik. Namun, dapur yang tidak memenuhi standar akan dievaluasi dan diperbaiki.
Jika tidak ada perbaikan, SPPG tersebut akan ditutup permanen. Personel ASN maupun PPPK BGN yang tidak mampu mengikuti standar kerja juga terancam dicopot atau diberhentikan.
"Manakala tidak memenuhi standar di sistem saya, maka dengan berat hati harus saya tutup permanen," tegas Sudaryono.

