News

Drone Ukraina Hantam Gudang Wildberries, Kerugian Capai Rp89 Triliun

Serangkaian serangan drone Ukraina menghantam gudang Wildberries di Rusia dan berdampak pada inventaris yang diperkirakan mencapai US$5 miliar atau sekitar Rp89 triliun. Gangguan ini juga mengancam ribuan pedagang serta menambah tekanan terhadap kondisi keuangan perusahaan.

T
Tim RedaksiJurnalis Redaksi
Minggu, 9 Agustus 2026 pukul 23.12 WIB
Drone Ukraina Hantam Gudang Wildberries, Kerugian Capai Rp89 Triliun
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik News.

Rangkaian serangan drone Ukraina terhadap fasilitas logistik Wildberries, salah satu raksasa ritel daring Rusia, mulai menimbulkan dampak besar terhadap jaringan perdagangan negara tersebut.

Serangan terbaru pada Jumat (7/8/2026) memicu kebakaran di gudang Wildberries di Yekaterinburg. Sebelumnya, hampir dua lusin fasilitas perusahaan telah menjadi sasaran, termasuk lokasi yang berada lebih dari 1.600 kilometer dari garis depan perang. Dampaknya tidak hanya dirasakan perusahaan. Data Insight memperkirakan inventaris senilai hingga US$5 miliar atau sekitar Rp89 triliun telah hilang sejak serangkaian serangan tersebut dimulai.

Kyiv menyebut keberadaan perlengkapan militer yang diperjualbelikan melalui platform Wildberries menjadi salah satu alasan perusahaan tersebut masuk dalam sasaran serangan. Gangguan terhadap jaringan gudang juga berpotensi menghantam ribuan pedagang yang menggunakan Wildberries untuk menyimpan dan menjual barang mereka. Salah satunya, pengusaha Vladimir Zakurdaev, mengaku kehilangan stok senilai sekitar US$20.000.

Kondisi tersebut menjadi semakin serius karena Wildberries disebut memiliki utang lebih dari US$10 miliar kepada perbankan Rusia. Sejumlah bank besar, termasuk Sberbank dan VTB, memiliki eksposur terhadap perusahaan tersebut.

Pemerintah Rusia pun mulai membahas kemungkinan dukungan kepada Wildberries. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pemerintah sedang melakukan pembicaraan dengan perusahaan terkait langkah yang dapat diambil setelah serangkaian serangan.

Wildberries bukan sekedar perusahaan ritel. Platform yang didirikan Tatyana Kim pada 2004 itu telah berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan terbesar Rusia bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Kini, serangan terhadap infratsrukturnya memperlihatkan bagaimana perang Rusia-Ukraina semakin menjangkau sektor sipil dan rantai distribusi ekonomi di dalam Rusia.

ADVERTISEMENT
Internet Anti Lemot di Jepang, Kantong Tetap Hemat 50%
Part of MaranPublikasi

MaranPublikasi

News media digital markusacian.com dinaungi & dikelola secara profesional oleh MaranPublikasi.