Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mulai menyiapkan penerapan compressed natural gas (CNG) untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program tersebut akan diawali dengan proyek percontohan di lingkungan Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pemerintah masih memfinalisasi skema penerapan CNG, mulai dari kesiapan pasokan hingga distribusi kepada pengguna.
Tahap awal akan dilakukan di sejumlah UMKM yang berada di lingkungan Lemigas. Salah satu lokasi uji coba adalah kantin di kawasan tersebut.
Pemerintah akan mengevaluasi hasil penggunaan CNG sebelum memperluas program dalam skala yang lebih besar. Setelah tahap tersebut selesai, badan usaha yang ditunjuk akan ditugaskan memproduksi dan menyediakan tabung CNG dalam jumlah jauh lebih banyak.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan sejumlah pengujian terhadap tabung CNG telah dilakukan di Lemigas, termasuk terkait ketahanan tabung dan proses pengisian ulang.
Di sisi pasokan, pemerintah juga menyiapkan sumber CNG melalui pengembangan kilang mini di sejumlah daerah, termasuk Pasuruan. Persiapan tersebut dilakukan secara paralel agar program dapat segera masuk ke tahap implementasi setelah seluruh pengujian selesai.
Yuliot menyebut penerapan CNG untuk UMKM masih akan dimulai sebagai proyek percontohan. Jika hasil evaluasi dinilai memenuhi kebutuhan dan standar yang ditetapkan, program tersebut dapat dikembangkan lebih luas.
Pemerintah menempatkan CNG sebagai salah satu alternatif energi untuk kebutuhan masyarakat. Namun, ESDM belum menjelaskan lebih jauh mengenai kaitan program ini dengan kebijakan subsidi energi dalam RAPBN 2027.
Untuk saat ini, fokus pemerintah masih pada penyelesaian pengujian dan persiapan penerapan awal CNG.

