Gelombang Panas Ekstrem Masih Menggila, Korea Selatan Diprediksi Bersuhu Hingga 39 Derajat Celcius Awal Agustus

Korea Selatan diperkirakan masih dilanda gelombang panas ekstrem hingga awal Agustus 2026. Suhu di sejumlah wilayah berpotensi mencapai 39 derajat Celcius, memicu status peringatan tertinggi dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas.

T
Tim RedaksiJurnalis Redaksi
Selasa, 28 Juli 2026 pukul 21.57 WIB
Bagikan:
Gelombang Panas Ekstrem Masih Menggila, Korea Selatan Diprediksi Bersuhu Hingga 39 Derajat Celcius Awal Agustus
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik News.

Korea Selatan diperkirakan masih harus menghadapi cuaca panas ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi Korea (KMA) memproyeksikan gelombang panas akan terus bertahan hingga awal Agustus 2026, dengan suhu siang hari di sejumlah wilayah berpotensi menembus 39 derajat Celcius. Dalam perkiraan cuaca terbarunya, KMA menyebut suhu minimun pada pagi hari diperkirakan berada di kisaran 24 hingga 26 derajat Celcius. Sementara itu. temperatur pada siang hari diprediksi berkisar antara 32 hingga 39 derajat Celcius dan kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga 6 Agustus.

Lembaga meteorologi tersebut menegaskan belum ada indikasi cuaca panas akan segera mereda. Selain suhu tinggi pada siang hari, fenomena malam tropis juga diperkirakan tetap terjadi setidaknya sampai awal bulan depan. Situasi tersebut mendorong KMA menetapkan peringatan darurat gelombang panas di sejumlah daerah bagian tenggara Korea Selatan. Wilayah yang masuk dalam status siaga tertinggi meliputi Gyeongsan, Pohang, Gyeongju, Goryeong, Cheongdo, Daegu, serta beberapa kota di provinsi Gyeongsang Selatan seperti Yangsan, Gimhe, Miryang, Euiryeong, Haman, Changnyeong, dan Hapcheon.

Status darurat itu merupakan level tertinggi dalam sistem peringatan gelombang panas tiga tingkat yang mulai diberlakukan tahun ini. Peringatan diterapkan apabila suhu diperkirakan mencapai sedikitnya 39 derajat Celcius setelah dua hari berturut-turut berada di atas 35 derajat Celcius, atau ketika indeks panas diproyeksikan menyentuh angka yang sama. Menurut KMA, kondisi tersebut meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan suhu ekstrem.

Pada Senin sore waktu setempat, kota Gyeongju mencatat suhu tertinggi mencapai 39,1 derajat Celcius sekitar pukul 15.00. Sementara itu, stasiun cuaca otomatis di kawasan Sinam-dong, Daegu, mencatat suhu tidak resmi sebesar 39,2 derajat Celcius. Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah kota Seoul mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya pada pukul 14.00 hingga 17.00 saat suhu berada pada titik paling tinggi. Pemerintah setempat juga mendistribusikan sekitar 100.000 botol air es di 30 titik peristirahatan untuk membantu para pekerja pengiriman yang tetap beraktivitas di tengah cuaca panas.

KMA turut mengingatkan bahwa fenomena malam tropis masih akan terus berlangsung. Kondisi ini terjadi ketika suhu udara pada malam hingga pagi hari tetap berada di angka 25 derajat Celcius atau lebih, sehingga tubuh tidak memperoleh kesempatan yang cukup untuk melepaskan panas dan beristirahat secara optimal.

Di sisi lain, hujan diperkirakan turun di Seoul, Incheon, Provinsi Gyeonggi, Provinsi Gangwon, Bagian utara Provinsi Gyeongsang Utara, serta sebagian wilayah Provinsi Chungcheong Utara dan Selatan. Namun, KMA menilai hujan tersebut hanya akan memberikan efek sementara dalam menurunkan suhu udara. Selain itu, badai petir diperkirakan masih berpotensi terjadi di wilayah Laut Timur dan Laut Barat hingga Selasa, disertai kabut tebal yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

ADVERTISEMENT
Internet Anti Lemot di Jepang, Kantong Tetap Hemat 50%