News

Korban Gempa NTT Bertambah Menjadi 53 Orang, Operasi SAR Masih Berlangsung

Korban meninggal akibat gempa M7,7 di NTT bertambah menjadi 53 orang, sementara 64 warga mengalami luka-luka. Operasi SAR terus berlangsung meski terkendala longsor serta gangguan komunikasi dan listrik di sejumlah wilayah.

T
Tim RedaksiJurnalis Redaksi
Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 11.49 WIB
Korban Gempa NTT Bertambah Menjadi 53 Orang, Operasi SAR Masih Berlangsung
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik News.

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Basarnas mencatat 53 orang meninggal dunia hingga Minggu (16/8/2026) pukul 09.00 WITA.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan angka tersebut meningkat dari laporan sebelumnya yang mencatat 48 korban meninggal dunia. Pembaruan disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan gempa NTT di Kantor Bupati Manggarai Barat.

Dari tambahan korban tersebut, tiga orang ditemukan meninggal dunia di Manggarai Timur. Sementara di wilayah Manggarai atau Reo, jumlah korban meninggal bertambah satu orang, dari sebelumnya 23 menjadi 24 orang.
Selain korban meninggal, Basarnas mencatat 64 warga mengalami luka-luka dan luka berat serta masih mendapatkan perawatan.

Operasi pencarian dan pertolongan masih menghadapi sejumlah kendala. Beberapa akses jalan terhambat akibat longsor, sementara gangguan jaringan komunikasi dan listrik terjadi di sejumlah wilayah, terutama Manggarai Timur dan Nagekeo.

Untuk menjaga komunikasi selama operasi, tim SAR masih menggunakan fasilitas Starlink yang dapat menghubungkan berbagai unsur SAR di Flores.

Basarnas juga mengarahkan sebuah helikopter yang sedang dalam perjalanan dari Bima menuju Labuan Bajo. Helikopter tersebut disiapkan untuk mendukung proses evakuasi. Namun jika tidak ada warga yang perlu dievakuasi melalui jalur udara, helikopter akan dimanfaatkan untuk membantu distribusi logistik, termasuk kebutuhan kesehatan. Kapal SAR yang berada di Labuan Bajo juga dapat digunakan untuk mendukung pergeseran logistik.

Menurut Basarnas, pada hari kedua penanganan, sebagian besar ruas jalan mulai kembali terhubung melalui jalur darat. Kondisi ini diharapkan dapat membantu proses pengiriman bantuan ke wilayah terdampak. Penguatan operasi juga dilakukan dengan menyiapkan personel tambahan dari sejumlah kantor SAR, termasuk Makassar, Mataram, dan Surabaya, serta tim Basarnas Special Group (BSG).

Gempa bermagnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang wilayah Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB. Gempa tersebut juga memicu tsunami dengan ketinggian maksimum 0,94 meter di sejumlah wilayah NTT, NTB, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Dampak gempa turut dirasakan pada sejumlah fasilitas publik. Beberapa fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, termasuk RSUD Komodo dan RSUD Ruteng, sehingga sejumlah pasien harus dipindahkan. Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada rumah warga, pelabuhan, serta akses jalan di sejumlah kabupaten di NTT. Di tengah proses pemulihan dan pencarian, Basarnas masih terus melakukan operasi SAR untuk menangani dampak gempa dan membantu masyarakat terdampak.

ADVERTISEMENT
Internet Anti Lemot di Jepang, Kantong Tetap Hemat 50%
Part of MaranPublikasi

MaranPublikasi

News media digital markusacian.com dinaungi & dikelola secara profesional oleh MaranPublikasi.