Presiden Prabowo Subianto menyebut pemerintah telah menghemat lebih dari Rp50 triliun dari biaya operasional BUMN melalui restrukturisasi dan perampingan perusahaan negara.
Pengehematan tersebut berasal dari berbagai biaya, termasuk gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, kendaraan, hingga perjalanan dinas.
Pemerintah menargetkan jumlah BUMN dipangkas menjadi paling banyak 300 perusahaan pada akhir 2026, dengan fokus mempertahankan perusahaan yang produktif dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Prabowo juga menargetkan efisiensi biaya overhead meningkat menjadi Rp70 triliun hingga akhir tahun. Menurutnya, dana tersebut dapat dialihkan untuk memperbaiki fasilitas kesehatan, merenovasi sekolah, dan menyediakan rumah bagi masyarakat.


