Prajogo Pangestu Ajukan Tawaran US$5 Miliar atau Sekitar 89 Triliun untuk Akuisisi EDC Filipina

Barito Renewables Energy milik Prajogo Pangestu mengajukan penawaran senilai US$5 miliar untuk mengakuisisi Energy Development Corp. (EDC), perusahaan panas bumi terbesar di filipina. Penawaran tersebut masih bersifat indikatif dan belum menghasilkan kesepakatan resmi.

A
Andi WijayaJurnalis Redaksi
Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 11.33 WIB
Bagikan:
Prajogo Pangestu Ajukan Tawaran US$5 Miliar atau Sekitar 89 Triliun untuk Akuisisi EDC Filipina
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik Bisnis.

Barito Renewables Energy (BREN), perusahaan energi terbarukan yang berada di bawah kendali pengusaha Indonesia Prajogo Pangestu, mengajukan penawaran untuk mengakuisisi Energy Development Corp. (EDC), perusahaan panas bumi terbesar di Filipina. Nilai transaksi yang diajukan diperkirakan mencapai US$5 miliar atau sekitar Rp89 triliun.

First Gen Corp.,pemegang saham terbesar EDC yang berbasis di Manila, mengungkapkan bahwa penawaran tersebut bersifat indikatif, tidak mengikat, dan diajukan tanpa permintaan sebelumnya. Prosesnya masih bergantung pada uji kelayakan (due diligence) serta berbagai persetujuan yang diperlukan. Hingga kini, belum ada pembahasan resmi maupun perjanjian yang ditandatangani antara kedua belah pihak.

First Gen, yang dikendalikan keluarga Lopez, juga menyatakan belum menunjuk penasihat keuangan untuk menangani potensi transaksi tersebut.

EDC merupakan perusahaan yang diambil alih Grup Lopez pada 2007 dan kini mengoperasikan 16 pembangkit listrik tenaga panas bumi di Filipina dengan kapasitas terpasang sekitar 1.302,78 megawatt. Selain itu, perusahaan ini memiliki aset pembangkit listrik tenaga air, surya, dan angin dengan kapasitas hampir 300 megawatt.

Langkah ini menjadi bagian dari ekspansi Prajogo Pangestu di sektor energi. Sejak 2023, ia memperkuat bisnis melalui Barito Renewables Energy yang membawahi Star Energy Geothermal Group, produsen panas bumi terbesar di Indonesia dengan kapasitas 886 megawatt. Pada 2024, BREN juga bekerja sama dengan ACEN asal Filipina untuk mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia.

Ekspansi bisnis Prajogo tidak hanya berfokus pada energi terbarukan. Di Singapura, perusahaan afiliasinya Chandra Asri Pacific bersama Glencore telah mengakuisisi aset kilang dan petrokimia Shell pada April 2025. Beberapa bulan setelahnya, Chandra Asri juga mengambil alih jaringan SPBU Esso di negara tersebut.

Berdasarkan data real-time Forbes, Prajogo Pangestu memiliki kekayaan sekitar US$15,4 miliar, menjadikannya salah satu orang terkaya di Indonesia. Sementara itu, Keluarga Lopez di Filipina memiliki kekayaan sekitar US$285 juta, dengan bisnis yang mencakup sektor energi, properti, dan media.

Kabar penawaran akuisisi tersebut turut mendorong pergerakan saham Firt Gen. Saham perusahaan sempat melonjak lebih dari 33% sebelum akhirnya ditutup menguat 18,4% pada perdagangan di Bursa Manila.