News

Puluhan Tahun Tanpa Listrik, Warga Dusun Hepang Menanti Terangnya Pembangunan

Warga Dusung Hepang, Sikka, NTT, telah puluhan tahun hidup tanpa listrik dan masih mengandalkan lampu minyak tanah.

T
Tim RedaksiJurnalis Redaksi
Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 17.02 WIB
Puluhan Tahun Tanpa Listrik, Warga Dusun Hepang Menanti Terangnya Pembangunan
Dok. MarkusAcian.com - Gambar ilustrasi berlisensi bebas terkait topik News.

Setiap malam, warga Dusun Hepang, Desa Nenbura, Kecamatan Doreng, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih mengandalkan cahaya lampu minyak tanah untuk menerangi rumah mereka.

Pada Kamis (13/8/2026) malam, temaram cahaya kekuningan dari sebuah lampu minyak tanah menerangi ruangan tempat sejumlah warga berkumpul. Mereka duduk bersama, berbincang, sementara sebagian lainnya hanya mendengarkan.

Pemandangan tersebut bukan sesuatu yang baru bagi warga Hepang. Selama puluhan tahun, kehidupan malam di dusun itu berlangsung tanpa aliran listrik.

Ketiadaan listrik membuat aktivitas warga setelah matahari terbenam menjadi terbatas. Bagi anak-anak, kondisi tersebut juga berdampak langsung terhadap kesempatan mereka untuk belajar pada malam hari.

Isidorus Yande, salah seorang warga, mengatakan masyrakat di Dusun Hepang telah lama menantikan hadirnya listrik. Menurutnya, meski lampu minyak tanah masih bisa digunakan sebagai penerangan, penggunaanya sangat bergantung pada kemampuan warga membeli bahan bakar.

Ketika tidak memiliki cukup uang untuk membeli minyak tanah, warga hanya bisa menunggu hinga pagi untuk kembali melakukan aktivitas.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan listrik bagi warga bukan sekadar persoalan kenyamanan. Bagi mereka, listrik merupakan bagian dari akses terhadap pelayanan dasar dan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih layak.

Warga lainnya, Aris Halilintar, melihat persoalan tersebut sebagai gambaran masih adanya jarak antara berbagai narasi pemerataan pembangunan dengan kenyataan yang mereka hadapi.

Menurut Aris, Indonesia memang telah lama meninggalkan masa penjajahan. Namun bagi masyarakat yang belum memperoleh layanan dasar seperti listrik, makna kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mempertanyakan program pemerataan akses listrik yang selama ini digaungkan pemerintah. Salah satunya adalah program Indonesia Terang yang pernah menjadi bagian dari agenda pemerataan akses listrik pada masa pemerintahan Presiden ke -7 RI, Joko Widodo.

Harapan warga kini diarahkan kepada pemerintah agar pembangunan jaringan listrik benar-benar sampai ke wilayah mereka.

Di tengah kondisi tersebut, PT PLN (Persero) memberikan kepastian mengenai rencana elektrifikasi Dusun Hepang. Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Bagian Timur, Eko Riduan, mengatakan Dusun Hepang telah masuk dalam roadmap listrik desa 2027.

Dengan masuknya wilayah tersebut ke dalam rencana pembangunan, warga Hepang kini memiliki harapan bahwa malam-malam yang selama ini hanya diterangi lampu minyak tanah dapat segera berganti dengan penerangan listrik.

Bagi warga, pembangunan jaringan listrik bukan hanya tentang menyalakan lampu di rumah. Kehadiran listrik juga berarti membuka lebih banyak ruang bagi anak-anak untuk belajar, memperpanjang waktu aktivitas ekonomi, serta menghadirkan akses yang lebih luas terhadap berbagai layanan dan teknologi.

Setelah puluhan tahun menunggu, warga Dusun Hepang kini harus kembali menanti hingga 2027 untuk melihat apakah jaringan listrik yang mereka harapkan akhirnya benar-benar sampai ke kampung mereka.

Sumber: kompas.com

ADVERTISEMENT
Internet Anti Lemot di Jepang, Kantong Tetap Hemat 50%
Part of MaranPublikasi

MaranPublikasi

News media digital markusacian.com dinaungi & dikelola secara profesional oleh MaranPublikasi.