Saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) kini bergerak jauh dari euforia yang sempat mengangkat harganya ke level tertinggi sejak IPO. Dalam beberapa pekan terakhir, harga saham emiten yang dikaitkan dengan Raffi Ahmad tersebut terus mengalami tekanan, bersamaan dengan menyusutnya jumlah pemegang saham.
Pada perdagangan Rabu (19/8/2026), RANS sempat dibuka di level Rp200 per saham dan turun hingga Rp199. Hingga penutupan sesi I, saham tersebut kembali ke level Rp202 per saham.
Dengan posisi tersebut, RANS telah terkoreksi 19,20% dalam 30 hari perdagangan terakhir. Dibandingkan dengan level tertinggi sejak IPO sebesar Rp272 pada 15 Juli 2026, harga saham RANS kini telah turun sekitar 27,35%.
Penurunan harga tersebut terjadi setelah RANS sebelumnya sempat menjadi perhatian investor. Pada 10 Juli 2026, ketika jumlah pemegang saham masih mencapai 754.691 SID, saham kemudian mencatatkan level tertinggi Rp272 hanya beberapa hari setelahnya.
Namun, setelah mencapai puncaknya jumlah investor yang tercatat sebagai pemegang saham ikut mengalami penurunan tajam. Data per 31 Juli 2026 menunjukkan jumlah pemegang saham RANS tinggal 188.225 SID. Jika dibandingkan dengan posisi 10 Juli, jumlah tersebut berkurang sekitar 566.466 SID.
Artinya, dalam periode tersebut, jumlah SID yang tercatat sebagai pemegang saham RANS menyusut lebih dari setengah juta. Perubahan jumlah investor ini terjadi bersamaan dengan merosotnya harga saham dari level tertingginya.
Sementara itu, hingga sesi I pada 19 Agustus, aktivitas perdagangan RANS mencatat volume sekitar 28,4 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp5,68 miliar.
Pergerakan tersebut menunjukkan perubahan tajam pada sham RANS setelah mencapai puncaknya pada pertengahan Juli. Dari level Rp272, saham kini berada di kisaran Rp200, sementara basis pemegang sahamnya juga jauh lebih kecil dibandingkan sebelum harga mencapai titik tertinggi.
