PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) mengumumkan perubahan di jajaran direksi setelah Grandy Prajayakti mengajukan pengunduran diri dari posisinya sebagai direktur perusahaan.
Pengunduran diri tersebut diajukan pada 22 Juli 2026, atau kurang dari tiga pekan RANS resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan, keputusan Grandy untuk mundur didasari alasan pribadi. Direktur Keuangan RANS, Rumunggu Yokonapita, memastikan pengunduran diri tersebut tidak memberikan dampak material terhadap aktvitas operasional maupun kondisi perusahaan.
Manajemen menyatakan perubahan di jajaran direksi itu juga tidak memengaruhi kondisi hukum, keuangan, ataupun keberlangsungan usaha RANS. Selanjutnya, perseroan akan membawa permohonan pengunduran diri Grandy dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Agenda tersebut diperlukan untuk memperoleh keputusan pemegang saham sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Mengacu pada regulasi pasar modal, RUPS untuk membahas pengunduran diri anggota direksi harus diselenggarakan paling lambat 90 hari sejak permohonan pengunduran diri diterima perusahaan.
Pengumuman ini muncul tidak lama setelah RANS melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 10 Juli 2026. Dalam aksi korporasi tersebut, perusahaan melepas sekitar 2,52 miliar saham atau 20,02 persen dari modal ditempatkan dengan harga penawaran Rp170 per saham. Dari IPO tersebut, RANS berhasil menghimpun dana sekitar Rp429,25 miliar. Di pasar perdana, saham RANS sempat mencatatkan lonjakan hingga menyentuh level Rp228 per saham atau naik 34,12 persen. Namun, kinerja saham tersebut kemudian bergerak lebih bergejolak.
Hingga perdagangan Jumat (24/7/2026), saham RANS tercatat hanya menguat dalam empat sesi perdagangan dan melemah pada tujuh sesi lainnya. Pada akhir perdagangan tersebut, saham RANS turun 6,96 persen ke posisi Rp214 per saham.





