Lebih dari tokoh dunia dari kalangan ilmuwan, penulis, musisi, hingga astronaut mendesak pemerintah Inggris untuk membatalkan pemangkasan pendanaan terhadap Jodrell Bank Observatory, salah satu pusat astronomi radio paling penting di dunia.
Sejumlah nama seperti grup musik New Order, astronaut asal Kanada Chris Hadfield, dan penyair Inggris Simon Armitage ikut menandatangai surat terbuka yang meminta Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mempertahankan operasional fasilitas tersebut.
Menurut laporan The Guardian, pendanaan untuk jaringan teleskop radio e-MERLIN akan dihentikan mulai Maret 2028. Keputusan itu dikhawatirkan mengakhiri berbagai penelitian astronomi yang selama ini dilakukan dari Jodrell Bank.
Para penandatangan menilai penghematan sekitar £2.8 juta per tahun tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan terhadap dunia sains. Mereka menyebut observatorium tersebut sebagai salah satu "mata paling tajam manusia untuk mengamati langit".
Jodrell Bank memiliki sejarah panjang dalam penelitian antariksa, termasuk melacak peluncuran satelit Sputnik pada 1957. Saat ini, observatorium itu juga menjadi markas Square Kilometre Array Observatory (SKAO), proyek internasional yang bertujuan memetakan miliaran tahun awal sejarah alam semesta.
Kalangan ilmuwan memperingatkan penghentian pendanaan dapat mengancam sekitar 28 pekerjaan, memengaruhi hampir 3.000 peneliti, serta mengurangi kontribusi Inggris dalam berbagai proyek astronomi internasional, termasuk pengamatan lubang hitam, pencarian planet layak huni, hingga pemantauan sampah antariksa dan asteroid.
Di sisi lain, Science and Technology Facilities Council (STFC) menyatakan pemangkasan dilakukan setelah proses evaluasi untuk memprioritaskan pendanaan pada program yang dinilai memberikan manfaat ilmiah jangka panjang terbesar bagi Inggris.


:quality(80)/https://cdn-dam.kompas.id/photo/ori/2026/08/01/824e11e3-1e98-4ed8-8067-d6dc99f00184.jpg)

